Kamis, 28 April 2011

Hope you know

Cuma mau bilang.

YA, AKU SUKA KAMU ! ! !

:D


  ....dedicated to you girl, who may never read this, but I hope you'll know it someday....

Mama's Love

28 April 2011
22.00

Sering kali seorang pria dapet pertanyaan, Perempuan kaya apa yang dia pengen buat jadi teman hidup nya?
Satu pertanyaan, seribu jawaban.
Jawaban yang sering saya denger, cantik, manis, tinggi, putih, baik, body proporsional, kaya (hahahha :p).
Yes, saya pun juga punya jawaban seperti itu waktu itu.
Semua di lihat dari segi fisik.
Kenal, suka, dekati, ada respon, sama-sama suka, pacaran, berantem, putus.
Sering saya kaya gini, karena semua di ukur dari yang tampak mata aja.

Makin gede, makin mikir, makin dewasa juga.
ternyata ga cuma dari situ ngeliat orang yang pas buat kita.
bukan masalah fisik, materi, atau semacamnya, tapi masalah hati yang mau menerima kita apa adanya
Sulit buat nyari yang kaya gini.


Kenapa gue bikin judul Mama's Love?
Ya, karena cinta paling tulus itu punya Ibu.
Cuma dia yang bisa nerima kita apa adanya.
Sebodoh apa pun kita tetap kita yang paling pinter di mata nya.
Sejelek apa pun kita tetap kita yang paling indah di matanya.
Serendah apa pun kita di mata orang, tetap kita yang paling tinggi di matanya.

Jadi kalo di tanya ke gue pertanyaan di atas, jawaban gue : YANG PUNYA CINTA KAYA PUNYA MAMA


LOVE YOU MA :')

Senin, 25 April 2011

Stuck!

Pengen nulis sebenernya.
Cuma susah buat milih kata yang pas.
Tiba-tiba blank, bingung, sumpek, sesak.
Tarik nafas dalam-dalam, sengau, bingung, semua nyampur.


seenernya gue pun bingung apa yang gue bingungin.
gatau dah.
semoga ga keseringan begini.

lanjut di post selanjutanya deh.
........zzzzzzzzzzzzzzzzz.....

Minggu, 24 April 2011

Adil tetapi juga Kasih

24 April 2011
10.00 (jam hape)

First of all,Happy Easter Everyone!
May God always bless you...

Oke ada satu cerita yang mau gue bagiin buat kita.
Tapi, berhubung gw lupa cerita aslinya, jadi nama-nama tokoh dan alur cerita mungkin sedikit berbeda tapi dengan maksud yang sama.
So, let the story begin.

Ada seorang raja namanya Aleksander. Dia memerintah suatu negeri, sebut saja Maminotamia. Negeri yang subur, kaya akan hasil alam, dan rakyat yang sejahtera. Ia memimpin negeri tersebut dengan sangat baik, ia sangat peduli terhadap rakyatnya, dan ia dikenal sebagai raja yang dail dan tegas kepada siapapun yang melanggar aturan yang telah ia tetapkan di kerajaan nya.

Ia punya seorang istri yang bernama Lira dan 2 orang anak lelaki yang bernama Juno dan Kaleb. Ia sangat mencintai keluarga kecilnya ini. Tapi, ia juga masih punya seorang ibu yang sangat mencintainya. Ayah Aleksander telah meninggal dunia dalam perang saat mempertahankan wilayah kekuasaan mereka. Ibu nya merasa sangat terpukul saat kematian ayah Aleksander, dimana Aleksander masih berusia 12 tahun saat itu. Semenjak kejadian itu, Aleksander berjanji akan menjaga dan mencintai ibunya seperti apa yang dilakukan oleh ayahnya dahulu.

Suatu saat, ketika menjelang musim kemarau, sang raja memerintahkan para rakyatkan untuk menyimpan seluruh hasil panen mereka di istana dan mengambil persediaan bagi tiap-tiap orang secukupnya. Akhirnya musim kemarau itu pun tiba. Semua tampak kering, tanah terlihat pecah-pecah di ladang karena tak di guyur hujan selama hampir 4 minggu. Bukan hal yang baru bagi mereka untuk menghadapi musim kemarau seperti ini. Mereka yakin bahwa mereka dapat melalui musim kemarau ini seperti tahun-tahun sebelumnya yang biasanya berjalan selama 12 minggu. Selama 12 minggu tersebut, Tak akan ada hujan yang mengguyur negeri tersebut.

Di pertengahan minggu ke -12 rakyat bersiap-siap kembali untuk membajak sawahnya dan kebunnya untuk kembali bercocok tanam setelah musim kemarau ini lewat.

Tapi takdir berkata lain, setelah minggu ke-12 hujan pun tak kunjung turun. Mereka masih bersabar kala itu. Namun, mereka mulai merasa khawatir, ketika hingga minggu ke-15 hujan pun tak kunjung datang. Mereka mulai gelisah. Persediaan hasil panen yang ada di istana pun semakin tipis hanya kira-kira untuk 2 minggu lagi.

Aleksander mulai membatasi pembagian persediaan ini agar cukup bagi semua rakyatnya. Ia hanya memberikan kepada orang yang benar-benar membutuhkan.

Ini membuat beberapa rakyat kalap. Mereka pun memutuskan untuk mencuri persediaan makanan tersebut dari istana raja. Karena penjagaan yang cukup ketat, mereka pun tertangkap dan di hukum 50 kali cambuk.

Belajar dari kejadian itu, Aleksander mulai berfikir untuk memperketat peraturan. Ia pun mengumumkan sebuah peraturan yang sangat keras, mungkin tak ada orang yang berani melanggar. Peraturan tersebut berbunyi : Barang siapa yang kedapatan mencuri persediaan makanan dari istana, maka orang itu harus memberikan tangan nya untuk di potong. Rakyat pun sangat ketakutan dengan peraturan itu, dan tak ada satupun rakyat yang berani mencuri lagi. Peraturan ini juga berlaku untuk seluruh penghuni istana termasuk keluarga raja. Untuk mengecek persediaan makanan itu, raja menyiapkan petugas untuk menghintung kuantitasnya.

Suatu hari, sang putugas pemeriksa itu melaporkan bahwa persediaan makanan berkurang sedikit demi sedikit dalam beberapa waktu. Raja pun marah. Namun, ia tidak langsung mengumbar kemarahannya. Ia memutuskan menyelidiki siapa yang terus mengambil persediaan makanan tanpa sepengetahuannya.

Malam itu, ia berjaga jauh dari gudang penyimpanan. Saat tengah malam, ia melihat sosok berjubah hitam yang menyelinap masuk ke gudang penyimpanan. Raja menyimpulkan bahwa ia ada lah orang dari istana juga, karena gudang itu terkunci dan hanya orang-orang tertentu yang tahu kunci mana yang dapat membuka gudang tersebut.

Saat si pelaku mengambil persediaan makanan tersebut, raja dan petugas itu pun menyergap sang pelaku. Raja pun kaget setengah mati ketika melihat si pelaku. Ia menangis dan tursungkur di lantai, saat ia melihat bahwa sang pencuri adalah ibunya yang paling dicintainya.
Ia kecewa menghadapi semua itu. Ibunya pun menangis dan menyesali perbuatannya itu. Berkali-kali sang ibu meminta maaf atas perbuatannya.

Tapi raja telah memutuskan, harus ada hukuman dari setiap kesalahan, sekalipun itu orang yang paling di kasihinya. Namun, di sinilah wujud kasih seorang anak kepada ibunya, dan wujud keadilan seorang raja akan peraturan yang telah dibuatnya. Ia memutuskan untuk menggantikan ibunya untuk dihukum. Ibunya pun terenyuh melihat sikap anaknya.

Pada keesokan harinya, di hadapan para rakyatnya, ia menunjukan ketegasannya, dan keadilannya. Ia menggantikan sang ibu untuk di potong tangannya.

Well,,kenapa gw kaitan ini dengan Paskah??Yap, inilah gambaran keadilan dan kasih dari Tuhan kita. 

Ya. Ia menunjukan sikap yang adil. Ia membuat peraturan bagi semua orang tanpa terkecuali. Saat ibunya kedapatan mencuri, ia tetap menjatuhkan hukuman.

Kasih.?
Ya. Ia yang mnggantikan ibunya  untuk dihukum, karena ia tak ingin melukai ibunya sendiri. Jadi ia mengorbankan tangannya demi sang ibu.

Tuhan memang telah menanggung dan memenangkan kita atas segala dosa di Calvari. Dosa yang kita buat saat ini juga tetap di tanggungnya, asal kita mau akui semua itu. Kita percaya bahwa Allah itu Maha pengasih, Maha penyanyang dan Maha pengampun. But, don't forget, He is King of Justice. Ia juga Maha Adil.
Kenapa gw mau ingatkan ini, karena terkadang kita lupa bahwa setiap kesalahan yang kita lakukan pasti ada konsekuensinya walaupun kita telah minta ampun.

Apakah kita akan selamat? Ya. Tapi masih ada harga yang harus dibayar akan setiap kesalahan yang kita lakukan.

Jadi jangan pernah kecewa ketika kita telah minta maaf, ketika kita telah mohon ampun, tetapi Allah masih menghukum kita. Karena PENGAMPUNAN ITU MURAH, TAPI TIDAK MURAHAN.

:)
GOD BLESS YOU ALL.....

Jumat, 22 April 2011

Your way,not mine anymore

Ragu, takut, bimbang.
Semua datang saat saya memulai semua ini.
Merasa sangat kecil untuk melakukan sesuatu yang teramat besar.


Depresi, Tertekan, Sesak.
Ketika proses tersebut mulai berjalan.
Merasa tak mampu untuk menyelesaikannya.
Semua terasa mustahil.
Karenan ku mulai dengan sebuah kesalahan.

Rasa bersalah yang terus membayangi
Tak tahu harus apa.
Berdoa pun terasa hambar

Semakin berat yang ku rasa
semakin aku berlari ke arah yang salah

Kumulai dengan suatu kesalahan
Namun harus diakhiri dengan akhir yang sempurna

Terkesan gila
Tapi Tuhan itu ada
Ia melihat
Ia merasakan
Dan, Ia yang turut membenahi kesalahan ku

Maaf.
Aku pilih jalan ku sendiri
Maaf
Aku acuhkan uluran tangan - Mu
Maaf
Aku berontak saat dituntun

Sekarang,
Aku Ikut jalan - Mu
Aku ulurkan tangan ku
Aku siap Engkau tuntun

Jadilah seluruh kehendak - Mu

Man In the Mirror

I've Been A Victim Of A Selfish
Kind Of Love
It's Time That I Realize
That There Are Some With No
Home, Not A Nickel To Loan
Could It Be Really Me,
Pretending That They're Not
Alone?

A Willow Deeply Scarred,
Somebody's Broken Heart
And A Washed-Out Dream
They Follow The Pattern Of
The Wind, Ya' See
Cause They Got No Place
To Be

I'm Starting With The Man In
The Mirror
I'm Asking Him To Change
His Ways
If You Wanna Make The World
A Better Place
Take A Look At Yourself, And
Then Make A Change
Michael Jackson - Man In The Mirror

Yea, I like this song very much.
Banyak kiasan tapi kena maknanya...

Well, satu wujud dari kepedulian Michael Jackson terhadap dunia yang udah aneh.
Di lagu ini dia inti nya mau ngingetin kita semua untuk care dan aware ama lingkungan sekitar kita.
Kenapa? karena rapa peduli kita ama sesama dan lingkungan udah makin tipis.
Sadar atau ga, kadang kita cuma peduli ama kepentingan kita sendiri, ama diri kita sendiri,  sementara kita selalu nuntut dunia buat terus berubah ke arah yang lebih baik.
Gimana dunia ini mau berubah kalo orang-orang nya mikirin diri sendiri dan ga pernah mau peduli ama dunia luarnya?
Banyak yang berpikir ngubah dunia ini cuma pekerjaan petinggi negara, orang-orang terpilih aja. Bukan, itu kerjaan kita semua, ga peduli siapa pun lo, ini tanggung jawab kita bersama.

Gw pernah baca buku dari John F Kennedy atau Bill Clinton (gw luapa...hahhah), ada tagline nya gin : UBAH DIRI, UBAH DUNIA.
Ya, setuju gw dengan pendapat ini, untuk merubah dunia kita perlu buat ngerubah diri kita dulu, baru bisa kita pengaruhin orang-orang di luar.

Banyak orang-orang yang jadi korban atas ketidak pedulian ini, terutama ketidak pedulian dari "Bapak-Bapak" yang ada di sana. Mereka lupa siapa yang ada di balik kesuksesan itu, mereka lupa karena siapa mereka di situ. Saat orang-orang kesusahan, gas 3 kilo meledak mulu, banjir, gempa, dan lainnya, cuma sedikit dari mereka yang mau care, tapi waktu masa-masa "genting", ga ada angin ga ada ujan "Bapak-Bapak" itu dateng ngasih rupiah ke rumah-rumah.
Jelas kan?Dimana salahnya?

Kita, yang udah ada di zona nyaman juga, kadang lupa ama saudara-saudara kita yang masih berda jauh di bawah zona nyaman itu.Coba sesekali kita liat keluar, jangan jadi ga care ama lingkungan sekitar, they need us.

If You Wanna Make The World
A Better Place
Take A Look At Yourself, And
Then Make A Change

Jadi, kalo mau dunia ini berubah lihat 4 baris lirik di atas, renungkan, dan coba berubah...
:)

Kamis, 21 April 2011

Ujian Nasional : Masih Layak kah?

Yap,,beberapa hari terakhir anak SMA seluruh Indonesia lagi galau-galau nya menghadapi 2 huruf yang penuh makna ini. UN. Semua pasti tau tentang apa itu UN dan apa yang telah di perbuat kepada anak SMA tahun terahkhir.

Oke,,According to my past experience.
Ini juga hampir bikin gw ga lulus SMA waktu itu,,karena saking takutnya gue buat ngadepin yang namanya matematika,fisika, ama kimia. Takut ga lulus,, cuma itu yang ada di pala gue. Walau udah belajar keras, masih tetep takut. Kenapa? karena senior 1 tahun di atas gue ada yang ga lulus karena 1 mata pelajaran ( gw lupa apa itu), padahal dalam KBM sehari-hari dia termasuk anak yang luar di atas rata2 nilainya, tapi begitu UN itu lah hasilnya. Itu baru satu contoh,,di koran-koran pasti juga masih banyak cerita yang kaya gini.

Well,,kalo yang gw tangkep dari kasus-kasus yang gue baca,,intinya cuma satu,,yaitu mereka takut dengan garis batas kelulusan yang tiap tahun makin tinggi, jadi selagi mereka ngerjain soal itu,, mungkin terbayang2 gmana mereka kalo ga lulus nanti. Malu yang bakal di tanggung,,di cap bodoh,,atau apapun itu.

Fenomena lain dalam UN adalah KECURANGAN.
well,ketika UN menjelang,,ga cuma siseanya yang takut, guru, dan kepala sekolah juga pasti ketar-ketir menjelang UN ini. Kenapa?Karena nama mereka dan nama sekolah mereka,terutama, di pertaruhkan dengan berapa jumlah siswanya yang ga lulus.
Berdasarkan ketakutan ini, apapun akan mereka lakukan untuk membantu siswanya lulus, walaupun yang mereka lakukan jadinya malah membentuk orang-orang yang ga berintegritas, yang justru malah akan merugikan bangsa ini.
Biasanya para pengawas akan di mengawas bukan tempat di mana mereka mengajar, tetapi di sekolah yang lain. Hal ini dilakukan untuk menghindari kecurangan yang dilakukan oleh sang guru. Tapi itu bukan jadi penghalang, atas dasar rasa takut yang sama-sama di rasakan para guru, mereka pun bekerja sama untuk melonggarkan pengawasan saat ujian. Kasarnya, cuma numpang duduk doang dalam ruang ujian.
Dan, ga sampe situ aja,,nanti ada guru yg liat2 soal, trus di kerjain, trus jawabannya di sms ke anak murid nya.
canggih kan?

Jadi,kalo di bilang UN sebagai Indikator pendidikan Indonesia, gw ga setuju.
Dua alasan tadi sudah cukup menjelaskan.
UN bisa saja tetap di adain, tapi jangan sebagai penentu kelulusan, karena yang paling tahu murid itu cuma guru di sekolah itu sendiri. Jadi ga bisa hasil belajar 3 tahun ditentukan lulus tidak nya hanya dalam 12 jam.
Seharusnya, hasil mereka belajar itu di lihat juga bagaiman proses mereka belajar selama 3 tahun dan di dukung dengan hasil mereka di akhir tahun ke-3 mereka. Setiap sekolah punya rapor untuk tiap-tiap siswanya, itulah yang seharisnya manjadi tolok ukur, mereka layak atau tidak untuk lulus, bukan dari sekedar hasil menjawab 40 soal pilihan berganda yang itu pun belum jelas di kerjakan secara mandiri atau mendapat bocoran soal.
Alhasil, semua lulusan dan nilai-nilai yang ada (ga semua) bisa di bilang palsu, karena itu bukan hasil mereka,hasil orang lain, kalo mau di tanya berapa yang lulus,, ya orang yang memberikan jawaban itu aja, sisanya ga.

Udah waktunya UN ini di tinjau lagi, mau berapa banyak lagi korban-korban perusakan pendidikan ini?


Dari UN ini, para "Bapak-Bapak" di sna juga udah bisa liat gimana nantinya kualitas SDM kita.
Mungkin secara nilai, di atas kertas mereka luar biasa, tapi urusan praktik nya 0, urusan integritas MINUS.
Sementara, kita selalu mengharapkan orang-orang yang berintegritas untuk mengubah bangsa ini.
Kalau "Bapak-Bapak" peduli, ayo di rubah yoo...

Kalau mau bangsa ini berubah, kalau mau bangsa ini bebas korupsi, Ubah lah sistem pendidikan kita yang udah carut marut.
Benahin sama-sama yo....