Minggu, 24 April 2011

Adil tetapi juga Kasih

24 April 2011
10.00 (jam hape)

First of all,Happy Easter Everyone!
May God always bless you...

Oke ada satu cerita yang mau gue bagiin buat kita.
Tapi, berhubung gw lupa cerita aslinya, jadi nama-nama tokoh dan alur cerita mungkin sedikit berbeda tapi dengan maksud yang sama.
So, let the story begin.

Ada seorang raja namanya Aleksander. Dia memerintah suatu negeri, sebut saja Maminotamia. Negeri yang subur, kaya akan hasil alam, dan rakyat yang sejahtera. Ia memimpin negeri tersebut dengan sangat baik, ia sangat peduli terhadap rakyatnya, dan ia dikenal sebagai raja yang dail dan tegas kepada siapapun yang melanggar aturan yang telah ia tetapkan di kerajaan nya.

Ia punya seorang istri yang bernama Lira dan 2 orang anak lelaki yang bernama Juno dan Kaleb. Ia sangat mencintai keluarga kecilnya ini. Tapi, ia juga masih punya seorang ibu yang sangat mencintainya. Ayah Aleksander telah meninggal dunia dalam perang saat mempertahankan wilayah kekuasaan mereka. Ibu nya merasa sangat terpukul saat kematian ayah Aleksander, dimana Aleksander masih berusia 12 tahun saat itu. Semenjak kejadian itu, Aleksander berjanji akan menjaga dan mencintai ibunya seperti apa yang dilakukan oleh ayahnya dahulu.

Suatu saat, ketika menjelang musim kemarau, sang raja memerintahkan para rakyatkan untuk menyimpan seluruh hasil panen mereka di istana dan mengambil persediaan bagi tiap-tiap orang secukupnya. Akhirnya musim kemarau itu pun tiba. Semua tampak kering, tanah terlihat pecah-pecah di ladang karena tak di guyur hujan selama hampir 4 minggu. Bukan hal yang baru bagi mereka untuk menghadapi musim kemarau seperti ini. Mereka yakin bahwa mereka dapat melalui musim kemarau ini seperti tahun-tahun sebelumnya yang biasanya berjalan selama 12 minggu. Selama 12 minggu tersebut, Tak akan ada hujan yang mengguyur negeri tersebut.

Di pertengahan minggu ke -12 rakyat bersiap-siap kembali untuk membajak sawahnya dan kebunnya untuk kembali bercocok tanam setelah musim kemarau ini lewat.

Tapi takdir berkata lain, setelah minggu ke-12 hujan pun tak kunjung turun. Mereka masih bersabar kala itu. Namun, mereka mulai merasa khawatir, ketika hingga minggu ke-15 hujan pun tak kunjung datang. Mereka mulai gelisah. Persediaan hasil panen yang ada di istana pun semakin tipis hanya kira-kira untuk 2 minggu lagi.

Aleksander mulai membatasi pembagian persediaan ini agar cukup bagi semua rakyatnya. Ia hanya memberikan kepada orang yang benar-benar membutuhkan.

Ini membuat beberapa rakyat kalap. Mereka pun memutuskan untuk mencuri persediaan makanan tersebut dari istana raja. Karena penjagaan yang cukup ketat, mereka pun tertangkap dan di hukum 50 kali cambuk.

Belajar dari kejadian itu, Aleksander mulai berfikir untuk memperketat peraturan. Ia pun mengumumkan sebuah peraturan yang sangat keras, mungkin tak ada orang yang berani melanggar. Peraturan tersebut berbunyi : Barang siapa yang kedapatan mencuri persediaan makanan dari istana, maka orang itu harus memberikan tangan nya untuk di potong. Rakyat pun sangat ketakutan dengan peraturan itu, dan tak ada satupun rakyat yang berani mencuri lagi. Peraturan ini juga berlaku untuk seluruh penghuni istana termasuk keluarga raja. Untuk mengecek persediaan makanan itu, raja menyiapkan petugas untuk menghintung kuantitasnya.

Suatu hari, sang putugas pemeriksa itu melaporkan bahwa persediaan makanan berkurang sedikit demi sedikit dalam beberapa waktu. Raja pun marah. Namun, ia tidak langsung mengumbar kemarahannya. Ia memutuskan menyelidiki siapa yang terus mengambil persediaan makanan tanpa sepengetahuannya.

Malam itu, ia berjaga jauh dari gudang penyimpanan. Saat tengah malam, ia melihat sosok berjubah hitam yang menyelinap masuk ke gudang penyimpanan. Raja menyimpulkan bahwa ia ada lah orang dari istana juga, karena gudang itu terkunci dan hanya orang-orang tertentu yang tahu kunci mana yang dapat membuka gudang tersebut.

Saat si pelaku mengambil persediaan makanan tersebut, raja dan petugas itu pun menyergap sang pelaku. Raja pun kaget setengah mati ketika melihat si pelaku. Ia menangis dan tursungkur di lantai, saat ia melihat bahwa sang pencuri adalah ibunya yang paling dicintainya.
Ia kecewa menghadapi semua itu. Ibunya pun menangis dan menyesali perbuatannya itu. Berkali-kali sang ibu meminta maaf atas perbuatannya.

Tapi raja telah memutuskan, harus ada hukuman dari setiap kesalahan, sekalipun itu orang yang paling di kasihinya. Namun, di sinilah wujud kasih seorang anak kepada ibunya, dan wujud keadilan seorang raja akan peraturan yang telah dibuatnya. Ia memutuskan untuk menggantikan ibunya untuk dihukum. Ibunya pun terenyuh melihat sikap anaknya.

Pada keesokan harinya, di hadapan para rakyatnya, ia menunjukan ketegasannya, dan keadilannya. Ia menggantikan sang ibu untuk di potong tangannya.

Well,,kenapa gw kaitan ini dengan Paskah??Yap, inilah gambaran keadilan dan kasih dari Tuhan kita. 

Ya. Ia menunjukan sikap yang adil. Ia membuat peraturan bagi semua orang tanpa terkecuali. Saat ibunya kedapatan mencuri, ia tetap menjatuhkan hukuman.

Kasih.?
Ya. Ia yang mnggantikan ibunya  untuk dihukum, karena ia tak ingin melukai ibunya sendiri. Jadi ia mengorbankan tangannya demi sang ibu.

Tuhan memang telah menanggung dan memenangkan kita atas segala dosa di Calvari. Dosa yang kita buat saat ini juga tetap di tanggungnya, asal kita mau akui semua itu. Kita percaya bahwa Allah itu Maha pengasih, Maha penyanyang dan Maha pengampun. But, don't forget, He is King of Justice. Ia juga Maha Adil.
Kenapa gw mau ingatkan ini, karena terkadang kita lupa bahwa setiap kesalahan yang kita lakukan pasti ada konsekuensinya walaupun kita telah minta ampun.

Apakah kita akan selamat? Ya. Tapi masih ada harga yang harus dibayar akan setiap kesalahan yang kita lakukan.

Jadi jangan pernah kecewa ketika kita telah minta maaf, ketika kita telah mohon ampun, tetapi Allah masih menghukum kita. Karena PENGAMPUNAN ITU MURAH, TAPI TIDAK MURAHAN.

:)
GOD BLESS YOU ALL.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar